Profil Penulis
Menulis telah dilakoninya diusia 13 tahun dengan dimuatnya cerpen pertama, “Angkuh dan Kewanitaan Dalam Cinta” pada majalah “Varia” sekitar tahun 1960-an. Disusul kemudian “Naluri Seks” di majalah yang sama. Dan seterusnya beberapa cerpen dimuat diberbagai media kala itu. Antara lain; Harian Minggu Sinar Harapan, Berita Buana, Berita Yudha, Berita Indonesia, Pelita dll. Termasuk disini adalah sajak atau puisi.

Menulis dan membaca memang hobinya sejak
kecil. Namun sekitar tahun 80-an penulis sempat vakum karena kesibukan rumah tangga. Tapi diantara tahun 1984-1985, penulis bertemu La Rose dan Titik WS, mereka tertarik menerbitkan novel penulis pada salah satu majalah sastra pimpinan Titik WS dan Purnawan Tjondro Negoro. Tapi baru beberapa nomor kemudian bangkrut.
Fatma Elly juga pernah menjadi anggota Himpunan Pengarang Indonesia “AKSARA”. Sajak dan puisinya pernah dibawakan penyair almarhum Hammid Djabbar di Radio “Nusantara Jaya”. Setelah itu beliau berhendti menulis beberapa lama dan mulai serius menekuni bidang keagamaan dan sempat belajar di Lembaga Dakwah Al-Hikmah dan menjadi salah satu tenaga pengajar disana selama 14 tahun. Yang kemudia berkembang dengan nama STID Al-Hikmah.
Sekitar tahun 1990-an beliau kembali menulis, tentunya dengan warna yang berbeda dan dimuat di majalah “Sabili” dalam kolom essay berjudul “Kesadaran” dan “Profil”. Dan cerpen di majalah “Ummi” dengan judul “Suara-suara”, walau di dalam buku kumpulan cerpen/essay, serial gender, “Malam Ini Tak Ada Cinta”, mengalami sedikit revisi atau penambahan.
Tahun 2006-2007 penulis telah melahirkan 3 buah buku kumpulan cerpen/essay yang pertama “Serial gender” berjudul “Malam Ini Tak Ada Cinta”. Dan menjelang akhir 2007 buku novel “Pintu Cinta”, kumpulan cerpen “serial gender” kedua berjudul “Terpasung”.
Tahun 1997, penulis sempat menjadi pendiri Pemimpin Umum dan Redaksi Majalah “Muslimah” yang diterbitkan oleh “Yayasan Muslimah” Jakarta yang beliau dirikan danpimpin. Namun setelah terbit beberapa edisi dilanda “krismon” dan kemudian terhenti.
Beliau lahir di Jakarta, 20 November 1947 dari seorang ibu rumah tangga yang aktif dalam kegiatan sosial, Bachetta Balfas dan ayah seorang pengusaha Muhammad bin Awwab bin Elly. Pernikahan dengan Athas Al-Athas dikaruniai dua orang putri Efanoura Athas Al-Athas dan Sheila Salamah Athas Al-Athas dan seorang putra Asadullah Athas Al-Alathas yang telah dipanggil keharibaan Sang Pemilik, Allah SWT.
Beliau menempuh pendidikan SD, SMP Al-Irsyad dan SMA Negeri 2 Jakarta, menyelesaikan pendidikan di “Akademi Hubungan Internasional” lalu dilanjutkan ke Universitas 17 Agustus untuk jurusan yang sama, hingga akhirnya terhenti di jenjang outlines skripsi yang berjudul “Peranan dan Kedudukan Wanita di Dalam Politik Internasional”. Tahun 1966 penulis ikut dalam aktifitas dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia, bahkan di tahuan 1967 sempat membawakan resolusi dihadapan Jaksa Agung Sugih Arto, didalam rangka, Mengganyak Koruptor Manipulator di dalam rangka usaha-usaha orde lama untuk mengembalikan kekuasaan Ir. DR. Sukarno, presiden pertama RI, bersama-sama dengan Delegasi KAMI Arief Rachman Hakim dari Senat Dewan Mahasiswa Jakarta, diantaranya Fahmi Idris, David Napitupulu, Rusdi Saleh, dll.
Penulis pernah bergabung dengan “Wanita Keadilan” yang kemudian menjadi organisasi “Persaudaraan Muslimah” / SALIMAH. Dan tahun 2007 menjadi salah satu anggota dari organisasi “Forum Lingkar Pena”.
Aktif menjadi pembicara di acara seminar, diskusi panel, forum dialog dan bedah buku diberbagai kampus dan universitas, Jakarta maupun Bogor. Juga sering diminta mengisi ceramah pengajian antara lain di kantor-kantor seperti Takaful, Bank Muamalat, Departemen Lingkungan Hidup, Komplek Ibu-ibu Komplek Departemen Keuangan dan BRI, Remaja Masjid, Majelis Ta’lim kaum ibu, komunitas kaum buruh seperti pabrik-pabrik di pasar kamis Tangerang, dan sempat juga membawakan materi kuliah subuh di “Ambang Fajar” SCTV 5 episode. Semua disekitar tahun 1989 – 1990an. Dan sekarang kegiatan seperti itu masih dijalaninya disela-sela kesibukannya menulis.
Hidup manusia didunia ini adalah “babak pra-kualifikasi” untuk menentukan tempat tinggalnya nanti di akhirat. Oleh karena itu di sisa hidupnya penulis ingin mengabdikan dirinya untuk kemaslahatan ummat dengan menulis dan berdakwah. Baginya hidup adalah sebuah perjuangan tanpa henti demi mencari ridho Ilahi….

salam kenal …
nice post ….
Terimakasih atas perhatian& supportnya Aida..
Salam kenal juga..
email saya: fatmaelly@yahoo.co.id
Assalamu’alaikum Aida,
Ibu telah melihat isi blokmu.Wah, senang sekali. Sering-seringlah berkunjung ke sini. Semoga engkau menjadi orang berakhlak mulia dengan amalmu. Perwujudan dari shalat-shalatmu selama ini. Bukankah shalat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar? Sukses. Amin.
wah, salut dengan karya cerpen yang ibu buat. Bagaimana saya bisa mendapatkan buku tersebut…? apa sudah ada di toko2 buku seperti gramedia misalnya…?
trimakasih atas perhatiannya& supportnya.. buku “Terpasung” bisa didapatkan di gramedia & walisongo.. atau bisa langsung menghubungi penerbit “estaBlitz”:
- Alamat: Jl. Studio No.57 Komplek TVRI Kemanggisan Jakarta Barat
- Telpon: 021-5300040, 021-93090094, 081510075315
- email : fatmaelly@yahoo.co.id
Assalamu’alaikum
Rysa, bukankah ibu sudah memberi balasan? Buku itu ada di toko buku Gramedia, Gunung Agung, Walisongo, dll.
Beri komentar ya?
Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalam
Ibu Fatma Elly
Ass. Ibu Fatma Elly, saya ingin minta tanggapan ibu mengenai salah satu artikel yang saya baca disalah satu situs mengenai ‘sastra berlabel islam’. Silahkan ibu klik link berikut ini: http://akubuku.blogspot.com/2007/04/mengapa-kita-menolak-sastra-berlabel.html.
Mohon tanggapan/ulasan ibu disitus ini. Terima kasih.
wa’alaikumussalam wr.wb. Maaf baru balas. Maklum ibu belum begitu aktif di media ini. Saya sudah baca artikel itu. Tanggapan ibu, boleh-boleh saja orang berpendapat. Yang penting bagaimana seseorang menulis membawa pesan yang bermanfaat. Sastra memang tidak dibatasi oleh ini dan itu. Hanya kesadaran dan tanggungjawab dari penulisnya, untuk hari yang dijanjikan-Nya. Kalau sekiranya memang ia orang yang beriman. Di samping pesan itu nyambung ke pembacanya, hanya kreasi yang baik dan bertanggung-jawab, bisa membawa perbaikan individual atau sosial. Itu saja barangkali ya? Sering-seringlah menulis ke sini. Oya, buku ibu “Kenapa Palestina; Renungan Seorang Ibu” sudah baca belum? Barangkali ada manfaatnya? Ada resensinya di majalah Annida dan Adil. Mau dikirim? Datanglah jalan-jalan ke alamat ibu. Jalan Studio No 57. Komplek TVRI. Kemanggisan. Jakarta Barat. Terima kasih.
wassalam
Ibu f.e.
Assalamu’alaikum ummi …
masih ingat?ini tini STIDDI Al Hikmah. Kangeeen. Pengen ketemu ummi dan ngobrol banyak. Cari inspirasi …
Terakhir ke rumah ummi waktu nganterin undangan walimah sama putri. Skrg kita berdua sdh punya cucu buat ummi.
Tetap semangat!! Muach!!!
Wa’alaikumussalam wr.wb.
wah masa lupa si? Selamat ya? semoga hawwa menjadi anak yang sholehah. Ummi juga kangen. Datang dong. Senang deh ummi punya cucu dari kalian. Semangat memang harus selalu dipupuk dan ditumbuhkan. Begitu juga dengan Tini hendaknya. Sudah nulis buku? ummi selalu berharap, sesibuk apapun tetaplah meluangkan waktu untuk menulis.
wassalam
ummi fe.
Assalamu’alaikum.
Wah, bloknya bagus tuh. Umi jadi bisa lihat si kecil dan keluarga.Tahu tentang kalian. Kangenya agak jadi mendingan nih. Kok tidak muncul dan silaturrahmi ke umi lagi sih? Repot ngurus keluarga dan nulis ya?
Bagus deh. Lanjutkan dan realisasikan sebaik-baiknya apa yang menjadi cita-citamu.
Salam sayang umi untuk ‘Hawwa + si kecil adiknya. Juga untuk ummi dan abinya.
assalamualaikum .
.maaf ibu fatma elly saya mendapat tugas dari sekolah untuk membuat resensi buku kumpulan cerpen.
.dan saya harus meresensi buku milik ibu yg berjudul “TERPASUNG”.
.bolehkah saya mendapat bantuan ibu untuk meresensinya?
.saya mohon bantuan ibu untuk membantu saya mengerjakan tugas resensi itu.
.mohon bantuannya.
.heru
walaikumusslam.
Resensi saja buku ibu: “terpasung”. Terima kasih atas perhatiannya.
Semoga sukses.
wassalam. ibu Fatma elly.
Wa’alaikumussalam
Ibu bisa bantu. Datang saja ke alamat jl Studio no 57.Komplek TVRI. Kemanggisan. Kel. Palmerah. Jakbar. Telepon dulu ke no 530040 / Hp fleksi 021-27357257. Ditunggu ya. erima kasih.
wassalam
Ibu fe.
Ass…
maaf apakah saya boleh meminta hasil resensi buku ibu yang berjudul terpasung??
saya mendapat tugas dari ibu guru untuk meresensi buku milik ibu…
mohon bantuan secepatnya…
wss…
apakah tidak bisa lewat e-mail saja???
karena rumah saya jauh di Bogor…
maaf sebelumnya sudah merepotkan ibu…
mohon bantuannya,,,
Assalamu’alaikum.
Anakku Ruru. Resensi buku ‘ Terpasung’ itu ada di majalah ‘Annida’. Ibu lupa nomor berapa. Coba cari ya? Insyaallah, kalau dapat, ibu juga akan ikut mencari. Dan kirim lewat e-mail.
Terima kasih
wassalam: Ummi fe.
jadii tidak bisa dalam minggu ini ya????
kira2 kapan ya??
soalnya tugas harus dikumpulkan hari senin,,,
Ini ada resensi buku ‘Terpasung’ dari ‘info buku’ Majalah ‘Annida’ N0 9, Mei 2008. Halaman 62. Ditulis oleh Nai. Ibu kutip di sini.
Terpasung
Fatma Elly
Sering kali manusia merasa dirinyalah yang paling benar. Setiap pemikiran, tindakan, juga sikap mendapat pengaruh dari lingkungannya. Jika lingkungannya baik, maka baik pulalah pemikiran, tindakan, dan sikap seorang menusia. Begitu pula sebaliknya. Seperti halnya kisah-kisah dalam buku ini yang merekam gejala-gejala di mana manusia-manusia yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang kurang baik menjadikan pemikiran dan hawa nafsu mereka sebagai raja. Mereka tidak sadar bahwa sesungguhnya mereka sedang terpasung di dalam penjara keangkuhan yang mereka bangun sendiri. Ada mantan aktifvis mahasiswa yang justru melakukan hal-hal yang tidak terpuji setelah ia diangkat menjadi anggota DPR. Ada seorang nenek yang begitu menguasai dan mengagumi pemikiran Charles Darwin, Karl Marx, dan sebagainya, namun ia luput memperhatikan perkembangan dan pergaulan cucunya sendiri. Buku ini mengajarkan kita
untuk tidak terpasung dalam berbagai macam pemikiran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Lewat kisah-kisah yang menyoroti masalah kemiskinan, cinta dan perlawanan ini kita diingatkan untuk bersikap terbuka untuk segala macam pemikiran dan tidak memanjakan hawa nafsu.
Untuk selanjutnya, kamu dapat membaca buku tersebut. Sudah punya belum? Kalau belum bisa beli di toko buku Gramedia. Di Bogor juga ada kan? Dan lihat cover belakang. Ada beberapa komentar/endorsment yang mungkin bisa menjadi pelajaran. Antara lain dari Bapak Ahmadun Yosi Herfanda, redaktur sastra Harian Republika. Juga Bapak Agus Budiman, redaktur majalah “Ummi”, Luthfiati Makarim, SS, MM. pustakawan dan peneliti bidang informasi dan perpustakaan. Disamping kata pengantar dari Bapak Abu Ridha, seorang penulis sekaligus anggota DPR.
Ibu hanya bisa membantumu sebatas ini.
Bukankah itu tugasmu? yang telah diberikan oleh guru di mana kamu bersekolah? Jadi usahakanlah untuk kamu lakukan sendiri. Jangan hanya bergantung pada orang lain.
Semoga berhasil.
wassalam:
umi fe.
.terimakasih ummi..
.nanti saya akan lengkapi dgn yg saya ketahui.
.terima kasih byk ummi
Walaikumussalam.
Salam kenal juga. InsyaAllah akan berkunjung.
Terima kasih atas perhatia.
wassalam:
Fatma Elly
Alhamdulillah. Terima kasih. Semoga Allah membimbing terus dalam lakon tulis menulis ini ya? apalagi di usia senja seperti ini. Mohon doanya. Sudah lihat tulisan (notes) di face book? Wassalam.
Asalamu’alaikum wr.wb. Terima kasih atas semua kebaikan yang telah lakukan untuk ummi. Apalagi untuk doamu itu Elzam. Memang, orang yang tawdhu selalu akan berkata sebagaimana yang telah kau ucapkan Zam. Padahal ummi tak bisa apa-apa, mau belajar banyak dari Elzam. Blog Elzam tadi sempat lihat sebentar. nanti ummi lihat lagi. Sebentar lagi tg 17 nih. Insyaallah selmat, sukses dan dipenuhi berkah dan kasih sayang-_Nya ya Zam? ‘amiin.Kapan-kapan datang sliturrahmi ke rumah. Kasih kabar dulu hari sebelumnya. Nanti ummi buatkan nasi kebuli deh..bukan nasi Padang lagi..hehe..